Diberdayakan oleh Blogger.

Perkembangan Kognitif pada Anak

Perkembangan Kognitif Anak

Hai Bunda, Selamat bertemu kembali di blog childrenceria.blogspot.com. Pada kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya berbagi tulisan yang bermanfaat bagi para bunda, dimana pada postingan kali ini saya akan sedikit membahas mengenai perkembangan kognitif pada anak. Sebagai mana kita ketahui bahwa perkembangan kognitif anak adalah perkembangan yang harus senantiasa di perhatikan, sebab perkembangan kognitif ini adalah hal pokok bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang serta menentukan masa depannya sebagai anak yang sempurna akal dan sikap serta kepribadiannya. Selamat menyimak bunda ;)


 gambar perkembangan kognitif pada anak

Anak anak bukanlah miniatur dari orang dewasa. Seperti yang banyak dikatakan oleh orang. Mereka berfikir dan memahami dunia dengan cara yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang Dewasa.
Namun, berbagai penelitian tentang perkembangan kognitif atau proses berfikir seorang anak banyak memberi penjelasan bagaimana cara anak memahami dunianya. Tanpa adanya pemahaman ini, tidak mungkin orang tua dapat memahami anak-anaknya.

Pemahaman anak tentang berbagai konsep, misalnya sangat  berbeda dengan konsep-konsep yang terbentuk di benak orang dewasa. Sebagai contoh, konsep humor (rasa humor anak ternyata dipengaruhi juga oleh tahap kemampuan berfikir). Yang lucu bagi anak, berbeda dengan yang lucu bagi orang dewasa. Oleh karenanya tak mungkin anak kita tertawa mendengar humor orang dewasa. sebaliknya tidak bijaksana bila kita mencemoohkan hal-hal yang menurut mereka lucu.  Bahkan lewat humor-humornya, kita bisa tahu bagaimana pemahaman anak terhadap dunia.

Begitu banyak asfek yang terkait dengan perkembangan kognitif anak. Inteligensi yang punya satuan ukuran IQ pun salah satu diantaranya. Begitu juga dengan kemampuan anak untuk memecahkan masalah, dan berfikir logis. Sama halnya dengan asfek perkembangan lain, perkembangan yang optimal pada sektor ini sangat besar pengaruhnya bagi pembentukan konsep diri dan penyesuaian anak dengan lingkungannnya.
faktor penting lain dari berfikir logis. Konsep dasar dari kemampuan ini disebut dengan transivity. yang memungkinkan anak memahami pernyataan seperti : "Bila A lebih besar dari B, dan B lebih besar dari A, maka A pasti lebih besar dari C.

Kemampuan ini dapat kita buktikan lewat eksperimen, berikut kepada anak. kita beri satu set tongkat yang berbeda ukuran dan ia diminta untuk menyusunnya dari yang paling pendek, sampai yang paling panjang. Anak anak yang berusia kurang dari 4 tahun, pada umumnya, hanya menyusun dengan benar dua, atau tiga tongkat saja. Dan anak pada usia sekitar 4-5 Tahun, sekalipun lewat cara Trial dan Error (coba-coba), biasanya bisa berhasil menyelesaikannya. Sementara anak-anak yang lebih besar, yang sudah punya konsep hubungan asimetris yang mantap dan sudah memahami transivity, tanpa harus banyak mencoba, dan menyusun semuanya dengan benar.
Diantara Kemampuan Kognitif itu ada yang disebut dengan Imajinasi, Intelegensi,  IQ, dan Kognisi, Konsep, Konsep Angka dan Jumlah, Konsep Jumlah, Konsep Humor, Konsep Kausalitas, dan lain-lain.

Inteligensi
Inteligensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Untuk memahami apa itu intelegensi dapat kita gambarkan lewat tingkah laku berikut : A dan B ingin mengambil  buah mangga, yang letaknya cukup tinggi. A berusaha untuk memanjat pohon tersebut, sementara si B mengambil penjolok dan dengan segera dapat menikmati hasil petikannya. Dari kedua tingkah laku diatas, dapat dikatakan bahwa tingkah laku B merupakan tingkah laku yang lebih inteligentif. daripada tingkah laku A. Seorang ahli psikologi AS,     Thurstone mengatakan bahwa ada 7 faktor yang membentuk Inteligensi yaitu :

1. Kemampuan Verbal (Verbal Comprehension)
Yaitu kemampuan untuk menghadapi materi verbal. berfikir verbal, dan menangkap hubungan antara konsep dan konsep.

2. Kelancaran Kata kata (Word Fluency)
Yaitu kelancaran mengutarakan pikiran dengan kata kata.

3. Kemampuan mengenal angka (Number)
Yaitu kemampuan untuk menggunakan pikiran melalui angka-angka, mencari hubungan angka angka dan memperhitungkan secara tepat dan tepat bahan dan sifatnya kuantitatif.

4. Kemampuan Keruangan (Space)
yaitu kemampuan untuk melihat dimensi, mengimajinasikan bentuk akhir objek, dengan melihat gambar rancangannya.

5. Kemampuan Ingatan (Associative Memory)
Yaitu kemampuan untuk mengingat hal hal yang telah dialami atau dipelajari sebelumnya.

6. Kecepatan Persepsi  (Perpectual Speed)
Yaitu kemampuan untuk mengenali persamaan dan perbedaan antara objek-objek atau simbol -simbol yang secara tepat dan teliti.

7. Kemampuan Menalar
(Induction, General Reasoning).
yaitu kemampuan untuk memecahkan persoalan secara logis, kemampuan abstraksi, serta kemampuan  menangkap hubungan antara dua hal.

Inteligensi bukanlah suatu penjumlahan dari kemampuan kemampuan tersebut diatas, tetapi merupakan keseluruhan yang fungsinya tergantung kepada kekuatan dan kelemahan faktor-faktor tersebut. Misalnya dari hasil test Intelegensi A dan B sama-sama dinyatakan memiliki IQ 100, Namun, dalam kenyataannya, B pandai sekali berhitung, sedangkan A tidak.

Demikian Uraian Singkat mengenai perkembangan kognitif pada anak dan materi tentang Inteligensi, semoga tulisan ini menjadi ilmu yang bermanfat bagi penulis khusunya dan bagi kita semua pada umumnya.Aamiin
Terima kasih atas kunjungannya dan nantikan materi  postingan yang lebih menarik pada kesempatan yang akan datang, Salam Ceria :)

0 Responses to “Perkembangan Kognitif pada Anak”